Penulis:
Dadan Wildan & Siti Komariah
Editor:
Dr. Wildan Insan Fauzi, M.Pd.
Proofreader:
Aep Ahmad Senjaya
Tebal:
xx + 336
Cetakan: Juni 2026
ISBN: 978-623-97359-x-x (Dalam Proses Pengajuan)
Akhir tahun 1997 hingga awal tahun 1998, kawasan Asia—termasuk kawasan Asia Tenggara—dilanda krisis ekonomi. Krisis moneter Asia yang mulai dirasakan sejak pertengahan 1997, menghantam Indonesia dengan keras. Nilai rupiah anjlok dari sekitar Rp2.300/USD menjadi lebih dari Rp15.000/USD. Banyak bank kolaps, perusahaan bangkrut, dan pengangguran serta kemiskinan melonjak. Pemerintah Orde Baru di bawah Soeharto dianggap gagal menangani krisis. Kebijakan seperti penutupan bank dan kerja sama dengan IMF—International Monetary Fund (Dana Moneter Internasional)— justru memicu kepanikan dan ketidakpercayaan publik. Krisis ekonomi berubah menjadi krisis kepercayaan politik. Krisis ekonomi yang kemudian menjadi krisis multidimensi.
Dalam konteks reformasi Indonesia 1998, kerusuhan Mei menunjukkan bahwa ketika legitimasi pemerintah runtuh secara simultan baik dari aspek formal maupun substansial, maka mobilisasi massa dapat berkembang menjadi kekerasan massal yang destruktif. Oleh karena itu, pemulihan legitimasi harus dilakukan melalui reformasi struktural yang menyentuh aspek keadilan sosial sekaligus memperbaiki proses institusional agar lebih transparan dan akuntabel. Karenanya, legitimasi politik sangat vital dalam menjaga stabilitas rezim. Peristiwa jatuhnya Orde Baru merupakan contoh nyata bahwa ketidakmampuan rezim untuk mempertahankan kedua aspek tersebut akan berujung pada keruntuhan kekuasaan akibat kehilangan kepercayaan rakyat.
Buku yang berjudul “Jakarta 1998; Dari Soeharto ke Habibie, Krisis Ekonomi, Tragedi Trisakti, dan Jatuhnya Orde Baru” disusun untuk memberikan gambaran mengenai peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Indonesia modern di tahun 1998. Buku ini mencoba memberikan pemahaman yang mendalam dan kritis terhadap proses transisi melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan studi sejarah, politik, sosiologi, serta kajian budaya, dengan referensi dari kepustakaan yang relevan serta reportase dari majalah-majalah kredibel yang terbit di tahun 1998. Buku ini disajikan tidak hanya sebagai sumber pengetahuan sejarah, tetapi juga sebagai alat bantu untuk memahami dinamika sosial-politik Indonesia selama periode transisi dari otoritarian menuju demokrasi.